Kebakaran Hutan Italia Diduga Disengaja Gunakan Cara Keji Pakai Kucing

CNN Indonesia
Senin, 27 Jul 2026 14:35 WIB
Penyelidikan awal kebakaran hutan dan lahan yang melanda Italia belakangan mengungkapkan terduga pelaku diduga melancarkan aksinya dengan cara keji. (Foto: via REUTERS/AGTW)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penyelidikan awal kebakaran hutan dan lahan yang melanda Italia belakangan mengungkapkan terduga pelaku diduga melancarkan aksinya dengan cara keji.

Api melalap Taman Nasional Pollinodi Calabria, Italia selatan, selama sepekan terakhir dan menghancurkan sebagian besar kawasan taman tersebut.

Tim penyelidik mengungkapkan pelaku pembakaran hutan di Italia mengikat kain yang mudah terbakar pada ekor kucing lalu membakarnya untuk menyulut api dan memicu kebakaran.

Hal itu disimpulkan setelah tim menemukan bangkai kucing liar yang hangus terbakar di lokasi kebakaran. Selain itu, penyelidik juga menemukan lilin serta alat pematik api (delayed ignition devices) di sekitar lokasi.

Domenico Costarella dari Badan Perlindungan Sipil Calabria mengatakan "hewan-hewan ini dilepaskan ke ladang sehingga berlari ke berbagai arah dan menyebarkan api."

"Ini adalah tindakan yang tidak berperikemanusiaan. Sayangnya, musuh terburuk manusia adalah manusia itu sendiri," kata Costarella seperti dikutip The Telegraph.

Sementara itu, Asosiasi Perlindungan Hewan Italia menawarkan hadiah sebesar €1.000 (sekitar Rp20 juta) bagi siapa pun yang memberikan informasi mengenai pelaku yang membakar kucing-kucing tersebut.

Kucing sebelumnya juga pernah digunakan untuk memicu kebakaran hutan di Sisilia. Pada 2016, otoritas menuduh kelompok yang terkait dengan Mafia menggunakan hewan untuk membakar Taman Regional Nebrodi di Sisilia utara.

Setahun kemudian, Mafia Camorra yang berbasis di Campania menggunakan taktik serupa untuk memicu kebakaran di kawasan hutan lindung di lereng Gunung Vesuvius, sehingga memicu evakuasi warga dan pengerahan militer Italia.

Peneliti Lauren Pearson mengatakan kepada CNN tahun lalu bahwa aksi pembakaran tersebut merupakan bagian dari strategi perampasan lahan, yakni membakar kawasan agar harga tanah anjlok sehingga dapat dibeli dengan harga murah.

Di wilayah Calabria, lebih dari 160 kebakaran telah tercatat. Kepala Badan Perlindungan Sipil setempat menyalahkan aksi pembakaran yang dilakukan oleh "orang-orang yang berniat jahat".

Kebakaran hutan di Italia paling banyak terjadi di wilayah selatan.

Di Sisilia, sekitar 6.000 petugas pemadam kebakaran, penjaga hutan, dan personel perlindungan sipil telah memerangi puluhan titik api yang terus berkobar selama beberapa hari terakhir di pulau Mediterania tersebut, meski pesawat pengebom air telah dikerahkan.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Italia, Matteo Piantedosi, mengonfirmasi bahwa seorang petugas pemadam kebakaran tewas saat berupaya memadamkan api.

Juru bicara Badan Perlindungan Sipil Italia mengatakan kepada AFP bahwa situasi di Sisilia "serius" dan kebakaran "terus membesar akibat suhu yang sangat tinggi serta kondisi tanah yang sangat kering."

Di Italia, lebih dari 11.500 hektare lahan telah hangus terbakar di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa selatan.

Sementara itu di Prancis, lebih dari 20.000 warga dan wisatawan terpaksa mengungsi akibat kebakaran hutan yang melanda kawasan hutan pinus lebat di sebelah barat Bordeaux.

Kebakaran bermula di desa Saumos pada Rabu sebelum meluas ke Le Porge dan kemudian bergerak menuju Lège-Cap-Ferret. Menurut petugas pemadam kebakaran, api telah melalap sekitar 3.400 hektare, atau hampir lima kali luas Gibraltar.

Pihak berwenang mengatakan sebanyak 12.000 warga dan wisatawan dievakuasi dari area perkemahan, penginapan, dan rumah pada Rabu. Keesokan harinya, 8.800 orang lainnya juga dievakuasi dari lokasi perkemahan. Sekitar 15 pusat penampungan darurat telah dibuka.

Tiga pesawat pengebom air dari negara lain dikerahkan setelah Prancis meminta bantuan melalui Uni Eropa.

Kebakaran hutan juga melanda Spanyol hingga memicu status darurat. Otoritas memerintahkan sekitar 3.500 warga di kota Aldea del Fresno, sebelah barat Madrid, untuk mengungsi pada Kamis akibat kebakaran hutan yang tak terkendali.

Menurut European Forest Fire Information System (EFFIS), sekitar 250.000 hektare lahan telah terbakar di seluruh Eropa sepanjang tahun ini. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tetapi masih hampir dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan rata-rata periode 2006-2025.

(bac/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK