Masa Bodoh Penolakan Trump, Iran Tunggu Jawaban Resmi AS soal Hormuz

CNN Indonesia
Minggu, 27 Sep 2026 10:40 WIB
Iran tunggu sikap resmi AS soal Selat Hormuz meski Trump sudah menolak. (AFP/Ramil Sitdikov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan pihaknya masih menunggu tanggapan resmi dari Amerika Serikat (AS) terkait proposal tujuh hari untuk membuka kembali Selat Hormuz. 

Iran tak menggubris Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang sudah sempat menyampaikan respons menolak secara terbuka soal Hormuz. Iran menegaskan belum menerima sikap resmi AS melalui jalur mediator.

"Kami telah mendengar reaksi pertama dari Presiden AS, tetapi belum ada hal resmi yang disampaikan kepada kami melalui mediator," ujar Araghchi mengutip Anadolu, Minggu (27/9).

"Kami menunggu posisi akhir disampaikan melalui mediator, dan kami akan mengambil keputusan berdasarkan hal tersebut," lanjutnya.

Araghchi menjelaskan bahwa syarat-syarat dari Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut telah disampaikan dalam serangkaian pertemuan di New York dan diteruskan oleh para mediator kepada pihak AS.

Ia menekankan bahwa kemajuan apa pun untuk membuka kembali selat maupun melangkah ke tahap perundingan selanjutnya tetap bergantung pada pemenuhan tuntutan Iran.

"Syarat-syarat kami sudah jelas," tegas Araghchi.

Sebelumnya, Donald Trump menolak usulan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Trump menyebut proposal terbaru dari Iran tersebut "tidak dapat diterima," seperti dikutip dari CNN.

Sementara Iran telah mengajukan tawaran baru kepada Washington. Tawaran tersebut mencakup pembukaan kembali jalur perairan vital dan dimulainya lagi perundingan antara kedua negara, dengan imbalan AS memenuhi sejumlah tuntutan lama.

Araghchi tidak merinci ketentuan pastinya, namun menyatakan bahwa tuntutan itu "tidak lebih" dari apa yang tercantum dalam Nota Kesepahaman (MoU) AS dan Iran, sebuah kesepakatan yang ditandatangani pada Juni tetapi gagal tak lama kemudian di tengah kembali meletusnya pertempuran.

Kesepakatan awal tersebut memuat ketentuan mengenai pelonggaran sanksi, pencairan aset yang dibekukan, serta penghentian operasi militer, termasuk di Lebanon. Namun, Trump lagi-lagi yang menggagalkan proposal terbaru dari Iran tersebut.

Namun, Trump lagi-lagi yang menggagalkan proposal terbaru dari Iran tersebut.

"Saya menolak usulan mereka (Iran). Mereka ingin membuat kesepakatan untuk segera membuka selat itu karena mereka sedang mengalami kerugian besar," ujar Trump.

(tim/dal)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK