"Soal cuti, sesuai Undang-Undang ya kita harus cuti," kata Ahok saat ditemui di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (1/3).
Selain itu, gubernur dan wakil gubernur tersebut dilarang menggunakan fasilitas negara selama melakukan kampanye.
Sikap Ahok yang siap mengambil cuti di putaran kedua nanti sedikit bertolak belakang dengan yang pernah dia tunjukkan pada putaran pertama. Saat itu, Ahok enggan mengambil cuti bahkan sampai mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi.
Sementara itu Wakil Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat tak berbicara banyak soal kemungkinan dirinya harus kembali cuti. Dia menghindar saat ditanya soal itu.
Jika bisa memilih, kata Djarot, dirinya lebih memilih untuk tetap bekerja dan mengurus persoalan banjir daripada harus cuti kampanye. Ia beralasan, Pemprov DKI memiliki banyak pekerjaan rumah untuk mengantisipasi puncak musim hujan dan siklus banjir lima tahunan.
"Kalau saya sih sebetulnya memilih enggak usah cuti karena situasi seperti ini (siklus lima tahunan) butuh kecepatan bahkan ketepatan mengambil keputusan," kata Djarot.
"Bukannya apa-apa, ini akan berpengaruh kepada pelayanan. Beda lho ketika dipimpin plt dengan definitif," ujar Djarot.