Warga mengatakan bukit tersebut sebagai makam keramat karena terdapat beberapa batuan persegi mencuat dari dalam tanah dengan tinggi sekitar 20 cm, atau satu jengkal umumnya tangan orang dewasa. Warga menduga sebaran batu tersebut adalah batu nisan karuhun atau leluhur.
Di bukit makam keramat Gunung Padang tersebut, Suma dan warga Karyamukti lainnya biasa menanam dan memanen tanaman pangan seperti singkong, pisang dan padi. Tetapi kali ini, dia tak juga bisa menemukan tanah gembur meski sudah gigih menggeser posisi beberapa kali dari tempat semula. Tak disangka, di kedalaman satu meter tanah, dia menemukan batu seperti nisan dengan jumlah banyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya curiganya ini hanya sekadar batu nisan atau memang malah bangunan masa lampau,” ujar Ketua Rukun Tetangga (RT) Desa Karyamukti saat ditemui oleh CNN Indonesia di kediamannya, pada Rabu (17/09).
Setelah mendapatkan pengecekan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) Kabupaten Cianjur, bukit Makam Keramat Gunung Padang tersebut akhirnya mendapatkan tindak lanjut kajian penelitian dari segi arkeologi, sejarah dan geologi yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Arkenas) pada 1979.