Sekitar pukul 11.30 WIB, pria yang mengenakan baju berwarna putih dengan rompi oranye bertuliskan "Tahanan Bareskrim Polri" itu keluar ruang pemeriksaan. Ketika disapa awak media, dia tampak kebingungan dan tidak mengucapkan sepatah kata pun.
Tunggul yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kasus tersebut segera memasuki mobil dengan menangkupkan kedua tangannya di depan kamera sembari tersenyum. Ia ditemani sedikitnya dua orang penyidik di dalam mobil Serena berwarna silver bernomor polisi B 1432 QH. Sebelumnya, ia mendekam di rumah tahanan Bareskrim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada saat program sudah berlangsung, diketahui ada kekurangan alat, barang, dan gedung dalam proyek senilai Rp 1,3 triliun tersebut. Meski demikian, pembayaran tetap dilakukan sesuai anggaran.
Sebelumnya, penyidik tipikor Bareskrim Polri pada tanggal 17 hingga 21 Juni 2014, melakukan pengecekan barang bukti kasus dalam periode anggaran 2008 hingga 2010 tersebut. Barang bukti yang diperiksa diantaranya gedung polio, gedung produksi vaksin flu burung, gedung seed lab modulare BSL-3, gedung power house, dan boiler house yang seluruhnya terletak di kantor Bio Farma, Bandung. Bukti lain yakni gudang PT Luminari Utama Nusantara di Bandung.