"Sebanyak 35 perempuan Indonesia masih mengalami kekerasan setiap hari," kata Yuniyanti Chuzaifah selaku ketua Komnas Perempuan melalui pernyataan yang diterima CNN Indonesia, Rabu (16/10). Pernyataan tersebut dikeluarkan dalam rangka perayaan 16 Tahun Komnas Perempuan yang berlangsung pada Rabu ini. Acara perayaan tersebut mengambil tema 'Merawat Bangsa Bersama Komnas Perempuan Hapuskan Kekerasan Terhadap Perempuan'.
Berdasarkan surat pernyataan tersebut, Yuniyanti mengatakan selain persoalan kekerasan terhadap perempuan, banyak hal lain yang mestinya mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Persoalan tersebut, dia menambahkan, antara lain kebijakan diskriminatif pada perempuan atas nama moralitas dan agama, tingginya angka kematian ibu dan anak, perkawinan terhadap anak perempuan, serta kekerasan seksual yang masih mendominasi ruang privat dan publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2019 bisa memastikan terwujudnya komitmen negara yang bersih dari tindakan pelanggaran hak asasi manusia, khususnya perempuan," kata dia. "Serta memberikan perhatian khusus bagi kelompok masyarakat yang termarjinalkan."
Sementara itu, Andy Yentriyani, selaku komisioner Komnas Perempuan mengatakan untuk merayakan ulang tahunnya, Komnas Perempuan mengadakan rangkaian acara pada Rabu ini, termasuk di antaranya peluncuran sejumlah buku serta diskusi terbatas mengenai perlindungan perempuan yang dihadiri oleh tokoh penting dan pakar yang peduli isu perempuan. Pada malam perayaan nanti, mantan Presiden RI BJ Habibie akan datang dan menandatangani prasasti memorialisasi Komnas Perempuan. Acara akan ditutup dengan pidato dari Rashida Manjoo selaku pelapor khusus untuk Persatuan Bangsa-Bangsa untuk kekerasan atas perempuan.