Hal itu disampaikan oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ditemui usai rapat Persiapan Hari Pahlawan di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Senin sore (3/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bantuan sosial melalui layanan keuangan digital ini pertama kali diberikan saat Presiden Jokowi melakukan kunjungan pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Saat itu, Presiden Jokowi yang datang dengan ditemani oleh Mensos Khofifah Indar Parawansa membagikan untuk pertama kalinya tabungan kartu elektronik kepada pengungsi Sinabung.
Selain itu, bansos yang diberikan semasa era Jokowi ini juga dikatakan mengadopsi pendekatan personal kepada penerima bantuan dari kalangan warga yang termasuk dalam Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PJMS). Nantinya, pemerintah akan mendatangi langsung panti-panti sosial untuk mencari calon penerima bantuan sosial.
"Metode penyaluran bantuan sosial seperti ini diharapkan mencegah bantuan agar tidak kesasar dan tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan atau reaching the invisible people," katanya.
Sementara itu, secara terpisah Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Andi ZA Dulung mengatakan bantuan sosial Keluarga Produktif pada prinsipnya sama seperti Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
"Sambil membagi bantuan, kita sambil update info (warga miskin)," katanya.