Erlita menuntut penegakan hukum atas kematian anak lelaki sulungnya akibat bacokan dalam sebuah tawuran pelajar di bilangan Pejaten, Jakarta Selatan, pada Jumat pekan lalu.
“Alhamdulillah Pak Ahok menanggapi kasus ini dengan sangat tegas. Ini yang membuat hati saya lega,” kata Erlita kepada media usai bertemu dengan Ahok di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan itu, Erlita juga memohon kepada Ahok untuk menghentikan kasus perkelahian antar pelajar yang sudah seolah membudaya. “Biarlah kali ini terakhir untuk anak saya. Saya sampaikan lagi ke Pak Ahok jangan ada intervensi pihak manapun nantinya,” ujar dia.
“Waktu kejadian juga dia kenakan pakaian rumah dan sedang tidak siap untuk berkelahi. Dia juga pakai sandal. Itulah mengapa dia akhirnya terpeleset. Kondisinya tidak siap dan saat kejadian dia blank tidak tahu mau apa,” Erlita menjelaskan. “Tetapi saat jatuh teman-temannya ninggalin dia. “
Erlita mengatakan intervensi dari senior dan alumni sangat tinggi yang mendorong kasus perkelahian pelajar di sekolah almarhum anaknya merajalela. “Temannya pancing-pancing Audi ikut dari siang. Ada juga peran alumni di sini. Mana mungkinlah tidak ada yang back up. Anak kelas X dan kelas XI, kan, anak baru dan masih labil,” kata dia menegaskan.
Menjelang detik-detik kematian anak sulungnya, Erlita mengaku tidak memiliki firasat apapun. Setelah solat subuh, anaknya mengenakan pakaian sekolah seperti biasa. Dia juga sempat menyuapi makanan ke Audi dan adiknya.
Lalu, paginya di sekolah Audi sempat membuat cerita pendek berjudul Kepahlawanan. Cerita pendek itu kemudian diabadikan oleh Kepala Sekolah SMAN 109 untuk mengenang kematian Audi. “Ketemu lagi udah di UGD jam 11 dan sekarang sudah tidak ada,” ujarnya lirih.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Lasro Marbun mengatakan akan memberikan sanksi tegas pada siswa dari kedua sekolah yang terlibat pada tawuran pelajar di Pejaten. “Hari Senin nanti kami akan panggil orangtua dari siswa-siswa tersebut dan akan kami berikan sanksi tegas pada anak-anaknya. Kami juga akan minta mereka mengurus anak-anak dan putra-putranya itu,” ujar dia.