Oleh karenanya, Marwan berjanji bakal membuat pembangunan dan percepatan kesejahteraan di desa-desa perbatasan Indonesia dengan negara tetangga menjadi proritas. Menurutnya, pembangunan tak hanya soal infratruktur penghubung desa dengan kota terdekat, tapi juga soal pemahaman nasionalisme.
“Saya mendapat kabar, pejabat pusat dan daerah kurang menyapa dan mendatangi warga desa perbatasan,” kata Marwan dalam siaran persnya yang diterima CNN Indonesia, Ahad malam.
Lihat juga:Menteri Sikapi Serius Pemberian KTP Malaysia |
Saya mendapat kabar, pejabat pusat dan daerah kurang menyapa dan mendatangi warga desa perbatasanMarwan Jafar, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi |
Untuk menutupi celah itu, Marwan berjanji bakal turun langsung ke lapangan agar bisa menyapa langsung para warga desa di tapal batas. “Tidak ada masalah, saya yang akan mengunjungi warga desa, apapun kondisi jalan dan wilayahnya. Mereka adalah rakyat Indonesia,” ujar Menteri Marwan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk kasus itu, Marwan Jafar juga menyatakan kasus pembagian kartu identitas kewarganegaraan Malaysia di tiga desa dekat perbatasan merupakan lampu merah bagi Indonesia.
"Kasus ini menjadi lampu merah bagi kami untuk tidak boleh menghiraukan daerah-daerah di perbatasan. Mereka juga warga Indonesia yang patut dan sangat perlu diberikan haknya untuk diperhatikan oleh negara,” ujarnya