“Kami mengusulkan agar DPR RI menggunakan hak minta penjelasan (interpelasi) tentang kenaikan harga BBM,” kata Ketua Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dalam konferensi pers di ruang rapat pleno fraksinya di gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan harga BBM di tengan situasi itu dianggap Demokrat janggal dan berpotensi menyebabkan inflasi. Demokrat menuntut pemerintah menjelaskan alasan kenapa harga BBM harus dinaikkan tahun ini.
PKS beberapa jam sebelumnya juga menggelar konferensi pers soal kenaikan harga BBM. “Fraksi PKS akan menggalang langkah-langkah konstitusional seperti mendorong DPR RI menggunakan hal interpelasi,” kata Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini.
Hak interpelasi adalah hak DPR untuk meminta keterangan dari pemerintah mengenai kebijakan pemerintah yang penting, strategis, dan berdampak luas pada kehidupan masyarakat.
Sementara Presiden Joko Widodo di Istana Negara menegaskan subsidi BBM adalah pemborosan anggaran. Menurutnya, dalam kurun waktu lima tahun, dana yang dialokasikan untuk subsidi BBM bisa mencapai Rp 714 triliun. Ia ingin dana sebesar itu dialihkan untuk infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan rakyat. (Baca Jokowi: Tiap Hari Rp 714 Triliun Dibakar untuk BBM)