Pria kelahiran Makassar ini meminta TNI dan Polri mempelajari persoalan seperti ini agar tak kembali terjadi. Pimpinan TNI dan Polri dimnta menelusuri pemicu bentrok yang menelan satu korban jiwa tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria berusia 72 tahun ini menambahkan, kedua institusi juga harus legowo untuk saling mengoreksi.
Pada 21 September lalu, bentrok kedua institusi ini juga terjadi. Empat anggota TNI terluka. Bentrok berawal dari penggrebekan lokasi penimbunan bahan bakar minyak selundupan oleh polisi. Anggota TNI yang ada di lokasi mengaku diminta menjaga keamanan lokasi penimbunan tanpa tahu bahwa barang yang dijaga adalah BBM ilegal. Anggota TNI terluka karena pantulan peluru yang ditembakan petugas kepolisian untuk membuka jalan.
"Ini masalah dari bawah, tidak perlu sampai evaluasi ke atas ( Kapolri) karena menurut saya yang di bawah dulu yang harus dievaluasi terlebih dahulu," kata Kalla.