SERAGAM BRIMOB
Brimob Diminta Tak Meniru Seragam Militer
CNN Indonesia
Senin, 24 Nov 2014 11:01 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Langkah Kepolisian Republik Indonesia kembali menggunakan seragam loreng untuk satuan Brigade Mobil (Brimob) yang identik dengan militer mendapat sorotan. Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar mengatakan, Kapolri Jenderal Sutarman semestinya tidak memerintahkan penggunaan kembali seragam loreng yang mirip dengan pakaian dinas tentara.
"Polisi tidak perlu meniru-niru militer. Polisi harus bangga dengan seragam polisi sendiri," kata Bambang kepada CNN Indonesia, Senin (24/11).
Bambang menyesalkan langkah Kapolri yang tidak terlebih dahulu melakukan penelitian sebelum memutuskan penggunaan kembali seragam loreng. Padahal jika menekankan pada pendekatan fungsional, polisi adalah polisi sipil yang semestinya tidak identik dengan militer.
"Saya melihat seragam itu identik dengan militer. Padahal pekerjaan polisi bukan pekerjaan perang melainkan penegakkan hukum. Kalau bicara teroris, teroris bukan hanya ada di hutan tapi di kota juga ada," ujar Bambang.
Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia (UI) menekankan, pekerjaan utama polisi yang sangat jauh berbeda dengan tugas dan fungsi militer dalam hal ini Tentara Nasional Indonesia. Polri juga harus mempertimbangkan dampak yang muncul akibat dari penggunaan kembali seragam tersebut.
"Seragam bisa menimbulkan rasa bangga dan berpengaruh terhadap sikap dan perilaku pemakainya. Kalau rasa bangga itu berlebihan, kemungkinan bisa terjadi gesekan," katanya.
Kapolri Jenderal Sutarman melalui surat keputusan tertanggal 30 September 2014 memerintahkan anggota Korps Brigade Mobil untuk kembali menggunakan seragam loreng sebagai pakaian dinas lapangan. Penggunaan kembali seragam loreng tersebut diberlakukan mulai Jumat 14 November lalu, bertepatan dengan hari jadi korps Brimob ke-69.
Sutarman menjelaskan, penggunaan kembali pakaian loreng dilakukan sebagai bentuk rasa hormat terhadap para Anggota Brimob terdahulu. Seragam loreng tersebut sempat digantikan oleh seragam berwarna hitam. "Pemakaian baju loreng juga ditujukan untuk meningkatkan kebanggaan Brimob," ujar Sutarman.
(Baca Juga: Brimob Kembali Berseragam Loreng)
"Polisi tidak perlu meniru-niru militer. Polisi harus bangga dengan seragam polisi sendiri," kata Bambang kepada CNN Indonesia, Senin (24/11).
Bambang menyesalkan langkah Kapolri yang tidak terlebih dahulu melakukan penelitian sebelum memutuskan penggunaan kembali seragam loreng. Padahal jika menekankan pada pendekatan fungsional, polisi adalah polisi sipil yang semestinya tidak identik dengan militer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seragam bisa menimbulkan rasa bangga dan berpengaruh terhadap sikap dan perilaku pemakainya. Kalau rasa bangga itu berlebihan, kemungkinan bisa terjadi gesekan," katanya.
Lihat juga:Brimob Kembali Berseragam Loreng |
(Baca Juga: Brimob Kembali Berseragam Loreng)