"Sosok ka-BIN sebaiknya disesuaikan dengan visi presiden dan potensi ancaman dan tantangan ke depan yg lebih banyak bersifat asimetris - terutama di bidang ekonomi, siber dan pertahanan-keamanan," jelas Mahfudz melalui pesan singkat, Minggu (23/11).
Oleh sebab itu, ia meminta kepada Jokowi untuk tidak mengganti Kepala BIN dalam waktu dekat. "Saya berpandangan sebaiknya presiden tidak perlu terburu-buru.," tuturnya.
Menurutnya, Jokowi harus melibatkan DPR dalam mempertimbangkan siapa yang layak untuk menggantikan Marciano Norman sebagai Kabin saat ini. Lebih lanjut, ia mengatakan, meski penetapan kepala BIN merupakan wewenang presiden, tetapi sesuai Undang-Undang Intelijen disebutkan bahwa penetapan kepala BIN harus melalui pertimbangan DPR, yaitu Komisi I.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Baca Fokus CNN Indonesia: Seleksi kepala Telik Sandi)
"Setelah ada UU Intelijen, aktivitas intelijen menjadi akuntabel. Ada pasal di sana yang amanatkan DPR untuk buat tim pengawas kalau ada permasalahan besar. Sepuluh orang perwakilan dari sepuluh fraksi. Masukan kami adalah berharga karena kami menilai kompetensi, integritas dan rekam jejak," paparnya beberapa waktu lalu.
Adapun beberapa nama calon Kepala BIN yang beredar adalah mantan Wakil Menteri Pertahanan Letnan Jenderal Purnawirawan Sjafrie Sjamsoeddin, kemudian mantan Wakil Kepala BIN As'ad Said Ali, mantan Wakil Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Fahrul Razi, dan Sutiyoso yang terdengar bergabung dalam bursa pemilihan akhir-akhir ini.