"Berdasarkan surat keputusan Kapolri tanggal 30 September 2014, saya meminta seluruh satuan Brimob untuk kembali menggunakan pakaian loreng dimulai sejak hari ini," kata Kapolri Jenderal Sutarman saat berpidato merayakan ulang tahun Korps Brimob di Markas Komando (Mako) Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat (14/11).
Sutarman menjelaskan, penggunaan kembali pakaian loreng dilakukan sebagai bentuk rasa hormat terhadap para Anggota Brimob terdahulu. Seragam loreng tersebut sempat digantikan oleh seragam berwarna hitam. "Pemakaian baju loreng juga ditujukan untuk meningkatkan kebanggaan Brimob," ujar Sutarman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perayaan tersebut ditampilkan sejumlah atraksi oleh Anggota Brimob, di antaranya terjun payung, bela diri, dan simulasi pengamanan terorisme.
Mantan Ajudan Presiden di era Abdurrahman Wahid ini meminta pasukan Brimob untuk dapat menjaga hubungan baik dengan satuan kepolisian lainnya maupun dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). "Kita tidak bisa bekerja sendiri, pasti mendapat bantuan dari pihak lain seperti TNI," ujarnya.