Menurut Hendrawan, survei tersebut seharusnya tak perlu dilakukan karena PDIP sudah solid mendukung Megawati sebagai ketua umum secara aklamasi. Dengan demikian, ujar Hendrawan, besarnya dukungan publik terhadap Presiden Joko Widodo untuk memimpin PDIP dibanding kepada Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP saat ini tidak memperlihatkan kenyataan sebenarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Justru Pak Jokowi yang paling awal mencalonkan Mega. Bu Mega juga terkejut saat itu," kata Masinton. Usulan Jokowi tersebut lalu direspons positif oleh seluruh pengurus DPD dan Dewan Pimpinan Cabang PDIP yang kemudian secara aklamasi mengajukan dan mencalonkan Megawati sebagai ketua umum.
CEO Cyrus Network Hasan Nasbi mengatakan, sebagaian besar pendukung PDIP mulai melihat regenerasi di tubuh partai banteng tersebut penting. Hal tersebut terlihat dari dukungan mereka kepada Jokowi sebesar 28 persen, Megawati sebesar 23 persen, dan Puan Maharani 17 persen. Survei digelar pada 1-7 Desember terhadap 1.220 responden di 122 desa dari 33 provinsi di Indonesia.