Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang Penelitian dan Pengembangan Partai Golkar kubu Agung, Indra J Piliang, menyatakan islah Golkar pasca keputusan Kemenkumham akan amat bergantung pada kubu pemenang, yakni yang kepengurusannya dinyatakan sah oleh pemerintah sebagai pengurus DPP Golkar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politikus kelahiran Pariaman, Sumatera Barat, itu menyatakan peluang sangat terbuka untuk merekrut kader-kader potensial Golkar yang selama ini tak masuk salah satu kubu karena jenuh melihat konflik bekepanjangan di partai mereka.
Indra mengingatkan, pemecatan terhadap kader-kader Golkar juga menjadi akar konflik di partainya. “Orang berpartai itu tidak digaji, tapi karena pilihan pribadi dan ideologis, karena memang senang dengan Golkar. Tapi mereka yang sudah berkiprah 10, 20, bahkan 30 tahun di partai ini, tiba-tiba dipecat. Ini pemicu konflik,” kata dia.
Ke depannya, Indra berharap Golkar akan kembali utuh dan tak ada lagi ancaman maupun pemecatan terhadap kader.
Secara terpisah, Sekretaris Jenderal Golkar hasil Munas Bali, Idrus Marham, optimistis kubunya bakal disahkan pemerintah. “Tak ada alasan bagi Kemenkumham untuk tidak mengesahkan susunan kepengurusan kami,” kata dia.
Idrus pun menanggapi dingin wacana islah di internal Golkar. “Kami (kubu Ical) sudah di jalan yang benar. Kalau mereka (kubu Agung) mau kembali ke jalan yang benar, tak masalah,” ujarnya.