Berdasarkan pantauan CNN Indonesia di lokasi pemakaman, turut memberikan penghormatan terakhir beberapa perwakilan dari manajemen AirAsia. Saat diserahkan oleh pihak AirAsia, jenazah Hayati yang biasa dipanggil Fifi oleh keluarga dan kerabatnya itu, tak sempat diturunkan dari ambulans dan disemayamkan di rumah duka. Rombongan pengantar jenazah, petang tadi, langsung mengarah pemakaman setempat yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari kediamannya.
Sementara itu, puluhan orang yang merupakan keluarga dan rekan Fifi terlihat di sekitar rumah. Mereka juga menghadiri pemakaman Fifi yang berlangsung sekitar 30 menit.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sempat menenangkan ibu Fifi yang menangis saat penyerahan jenazah putrinya di Rumah Sakit Bhayangkara, Polda Jawa Timur. Pembacaan doa menandakan akhir prosesi pemakaman yang sederhana itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses identifikasi terhadap Hayati yang sebelumnya diberi label B0001 berlangsung sejak pukul 10.30 WIB hingga 13.00 WIB, Kamis (1/1). Menurut Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jatim Komisaris Besar Budiono, teridentifikasi dengan dua metode, yakni metode primer dan sekunder.
"Adanya tanda operasi sectio (operasi sesar) yang masih tampak. Informasi yang diperoleh ante mortem dari keluarga juga sama," kata Budiyono.
Lebih lanjut, tim medis menemukan data yang memperkuat hasil identifikasi tersebut berupa properti di tubuh jasad beruap sebuah kartu identitas bertuliskan Hayati Lutfiah. Dalam identitas tersebut tertera alamat di Sidoarjo.
"Properti lain dari perhiasan kalung dengan inisial nama yang bersangkutan, gelang, dan lain-lain, yang diakui keluarga sebagai milik korban," ujarnya.
(rdk/sip)