"Biasanya jenazah kalau lama di air kan mulai rusak. Ada yang kalau sudah kelamaan (di air) malah tinggal tulangnya saja. Tapi Basarnas akan tetap evakuasi," ungkap Kasubag Hubungan Pers, Media, dan Publikasi Basarnas, M. Yusuf, kepada CNN Indonesia di Kantor Basarnas, Jakarta, Jumat (2/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Basarnas tidak ada sebuah teknik atau cara khusus untuk mengangkat jenazah yang kondisinya sudah rusak karena air laut. Kesulitan diprediksi akan dialami oleh pihak yang berwenang melakukan identifikasi pada jenazah, seperti contohnya tim Death Victim Identification (DVI).
Tim operasi gabungan pencarian dan evakuasi korban serta pesawat AirAsia QZ8501 sendiri hingga saat ini masih belum berhasil menemukan badan utama pesawat. Namun, Basarnas telah menentukan sektor prioritas yang terletak di laut Jawa Barat Daya Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Basarnas optimistis penemuan badan utama pesawat dapat tercapai sebelum hari ketujuh pencarian selesai. (obs)