Kendati demikian, Agus mengingatkan bahwa dokumen tersebut sangat penting. "Harusnya di bawah dia sudah siap, harus briefing dan harus siap. Penerbang itu tidak boleh menghajar berangkat. Penerbang itu hidup mati harus betul-betul safety," ujar dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka punya radar cuaca. Dan warnanya jelas. Warna merah itu sudah jelas jangan coba-coba. Yang kuning saja kita sudah takut," tutur Agus.
"Sebagai penerbang, kalau mau berangkat, kita sekarang di handphone saja ada lho, (aplikasi) Weather. Kalau kita yakin, 'wah ini enggak bisa (dilewati) nih, saya harus menghindar ke kiri, ke kanan' minta tambah bahan bakar supaya bisa menghindar," tutur dia.
Seperti diwartakan sebelumnya, tersebar dokumen terbatas BMKG yang ditandatangani oleh Kepala BMKG Andi E Sakya. Dalam dokumen itu disebutkan bahwa ada indikasi temuan log book di Stasiun BMKG Juanda Surabaya, yakni AirAsia baru mengambil bahan informasi cuaca pada jam 07.00 WIB, sesudah terjadi hilang kontak QZ8501 dan bukan sebelum lepas landas.
(obs)