Meski demikian, Direktur Operasional Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Pertama TNI SB Supriyadi mengisyaratkan ada secercah harapan, meski belum signifikan. "Dari hasil pencarian menggunakan sonar detector, ada dua titik yang posisinya mulai terdeteksi masuk radar," kata Supriyadi di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Sabtu petang (3/1).
Titik lokasi yang menjadi dugaan tim pencari unsur laut itu mengarah pada benda yang dicurigai sebagai badan pesawat. Namun Supriyadi belum bisa memastikan dugaan tersebut, lantaran titik itu bisa saja mengarah pada kapal tenggelam, atau hanya sekadar benda-benda berupa besi yang tenggelam.
Sedianya pendeteksian lebih lanjut bisa dilakukan dengan cara menurunkan robot air untuk merekam dugaan benda tersebut dengan menggunakan kamera. "Tapi lokasi di sana sangat ekstrem," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Supriyadi mengatakan, saat ini tim unsur laut masih terus bergerak untuk berupaya memecahka misteri dua titik lokasi yang masuk deteksi radar sonar di area los contact terakhir QZ 8501.
Perkembangan terakhir, tim pencari gabungan insiden jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 telah berhasil mengevakuasi 30 jenazah sampai hari ini, Sabtu (3/12). Seluruh jenazahnya sudah tiba di Surabaya dan sebagian besar sudah melalui proses identifikasi oleh tom DVI Polda Jawa Timur.
Dari jumlah itu, empat orang jenazah diantaranya sudah diserahkan ke korban dan menyusul ada dua jenazah yang baru teridentifikasi hari ini. Badan SAR Nasional mengatakan cuaca buruk masih menjadi kendala utama operasi pencarian dan evakuasi para korban dan badan pesawat.
Pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 hilang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Singapura pada Ahad pagi lalu. Terdapat 155 penumpang dan tujuh awak di pesawat tersebut, tujuh orang diantaranya berkewarganegaraan asing. (sip)