EVAKUASI AIRASIA
Hari Ke-8, Pencarian Bawah Laut Digalakkan
Gilang Fauzi | CNN Indonesia
Minggu, 04 Jan 2015 08:55 WIB
Pangkalan Bun, CNN Indonesia -- Sepekan pencarian pesawat AirAsia QZ 8501, tim evakuasi gabungan tercatat telah berhasil menyelamatkan 30 jenazah yang terombang-ambing di lautan. Memasuki hari ke-8, upaya penemuan rangka utama dari badan pesawat jenis Airbus A320 itu belum juga membuahkan kepastian.
Direktur Operasional SAR Pangkalan Bun, Marsekal Pertama SB Supriyadi mengatakan, fokus pencarian kali ini akan lebih berkonsenterasi menyisir area bawah laut. "Kapal-kapal yang dilengkapi alat deteksi sonar mempersempit area pencarian, dan visi kami sampai pada sektor terakhir lost contact. Total kapal 60 unit, total pesawat delapan unit," ujar Supriyadi di Pangkalan Bun, Sabtu malam (3/1).
Selain itu, bantuan dari Rusia yang telah merapat kemarin, rencananya bakal menerjunkan 22 penyelam dan alat remotely operated vessel yang mereka klaim menggunakan teknologi paling mutakhir. "Tujuan utamanya mencari blackbox," ujarnya.
Operasi bawah laut ini digalakkan lantaran kecil kemungkinan masih ada jenazah yang terapung di lautan. "Jika jenazah sudah tenggelam, maka kita harus melakukan penyelaman," ujar Supriyadi.
Menurut Direktur Eksekutif DVI Polri Kombes Anton Castilani, jenazah yang terapung, kemungkinan besar bakal tenggelam setelah melewati satu pekan. "Gas di dalam jasad akan habis dan jenazah akan kembali ke dasar lautan," ujar Anton di Pangkalan Bun, kemarin. (meg)
Direktur Operasional SAR Pangkalan Bun, Marsekal Pertama SB Supriyadi mengatakan, fokus pencarian kali ini akan lebih berkonsenterasi menyisir area bawah laut. "Kapal-kapal yang dilengkapi alat deteksi sonar mempersempit area pencarian, dan visi kami sampai pada sektor terakhir lost contact. Total kapal 60 unit, total pesawat delapan unit," ujar Supriyadi di Pangkalan Bun, Sabtu malam (3/1).
Selain itu, bantuan dari Rusia yang telah merapat kemarin, rencananya bakal menerjunkan 22 penyelam dan alat remotely operated vessel yang mereka klaim menggunakan teknologi paling mutakhir. "Tujuan utamanya mencari blackbox," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Direktur Eksekutif DVI Polri Kombes Anton Castilani, jenazah yang terapung, kemungkinan besar bakal tenggelam setelah melewati satu pekan. "Gas di dalam jasad akan habis dan jenazah akan kembali ke dasar lautan," ujar Anton di Pangkalan Bun, kemarin. (meg)