Pesawat Boeing 737 merupakan salah satu dari tim udara yang bakal bergerak melakukan pencarian AirAsia QZ 8501 hari ke-9. SAR Mission Coordinator (SMC) di Landasan Udara Iskandar telah memastikan bakal menerbangkan sedikitnya tiga unit pesawat untuk menyisir kawasan pantai Kalimantan Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini dikarenakan wilayah kerja sudah dibagi-bagi Basarnas sehingga tidak buat rancu tim lain," ujar Johnson.
"Ada CN 295 yang akan terbang di 2 ribu kaki. Tapi pesawat ini terbang dari Jakarta dan akan mengintai di area 1 dan 4," kata Johnson.
Selain beberapa pesawat tadi, Tim SAR juga akan menerbangkan sejumlah pesawat untuk mencari di area yang sudah ditentukan. Pesawat tersebut meliputi P3C Orion asal Korea Selatan yang akan menyisir area 2 dengan ketinggian 1.500 kaki dan pesawat amphibi Be-200 milik Rusia yang menyisir area 3.
Helikopter Sea Hawk milik Amerika Serikat akan tetap melakukan pencarian yang tak jauh dari Kapal Laut USS Sampson.
Pesawat AirAsia QZ 8501 hilang kontak tak lama setelah lepas landas dari Bandara Juanda, Surabaya, menuju Singapura, Ahad pagi, 28 Desember 2014. Sejumlah jenazah dan serpihan pesawat ditemukan dua hari kemudian, 30 Desember 2014.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur telah melengkapi data ante mortem seluruh penumpang yang berada di dalam pesawat AirAsia QZ 8501. Data itu akan menjadi pembanding dengan data post mortem sejumlah penumpang yang ditemukan meninggal.
Untuk sampel DNA, tim medis baru mengumpulkan 146 sampel dari total 162 penumpang yang berada dalam manifes penerbangan. Terkait jumlah korban meninggal, Rumah Sakit Bhayangkara mengonfirmasi telah menerima total 34 jenazah hingga Ahad malam (4/1).
Dari jumlah tersebut, sembilan jenazah di antaranya sudah diserahkan kepada keluarga. (rdk/obs)