Awan Cumulonimbus seringkali disebut sebagai medan yang tidak bisa ditembus oleh pesawat karena mengakibatkan turbulensi yang sangat tinggi. Bahkan pesawat secanggih Airbus A320-216 nahas milik AirAsia sekalipun tidak bisa menembusnya.
"Pesawat itu tidak ada yang didesain untuk menembus cuaca buruk," kata pengamat penerbangan Indonesia Gerry Soejatman kepada CNN Indonesia, Senin (1/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di atas itu kita tidak bisa menilai pesawat mana yang mumpuni untuk menembus cuaca buruk. Semua pesawat mempunyai kemampuan yang sama karena dibuat berdasarkan standar itu," katanya.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Agus Supriatna pun mengimbau agar pesawat menghidari awan Cumulonimbus.
"Kalau dari pengalaman saya, awan itu jelas bahaya. Saya punya pengalaman masuk awan tersebut. Empat pesawat masuk, satu hilang karena enggak punya radarnya," kata Agus kepada wartawan di Istana Negara, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (2/1).
Sampai saat ini masih dilakukan pencarian terhadap korban dan bangkai pesawat nahas yang dinyatakan jatuh di sekitar perairan Karimata itu. Sudah ada 37 jenazah korban yang telah dievakuasi sejauh ini. Sementara pesawat tersebut membawa total 162 orang yang terdiri dari 155 penumpang dan tujuh kru termasuk pilot-kopilot. (obs)