"Ini kan masalah kemanusiaan. Kami ingin supaya korban segera ditemukan, termasuk pesawatnya. Peralatan yang mereka punya mereka anggap lebih canggih untuk membantu kita. Tidak ada kaitannya dengan pertahanan," kata Tedjo, di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta (Selasa(6/1).
Menurut Tedjo, negara-negara tersebut membawa serta alat-alat militer semata-mata untuk membantu pencarian. "Seperti sonar, itu kan alat militer juga," kata dia.
Oleh sebab itu, Tedjo mengaku tak khawatir dengan adanya alat-alat militer tersebut. Lagipula, mereka semua berada di dalam kendali Badan SAR Nasional (Basarnas). "Tidak dicurigai apa-apa karena dalam kendali Basarnas," ucap dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diwartakan sebelumnya, banyak pesawat dan kapal yang diterjunkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi penumpang dan puing pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang pada Minggu (28/12).
Dari banyaknya bantuan asing tersebut, muncul anggapan bahwa negara-negara yang memberikan bantuan memiliki misi militer yang dapat mengancam pertahanan bangsa. (sip)