Benda tersebut terdeteksi pada hari Minggu (4/1) lalu. Namun saat baru dideteksi, tim penyelam maupun ROV (remote operated vehicles) tidak bisa turun karena cuaca sangat buruk. Baru pada Senin (5/1) pagi ROV diturunkan dan menghasilkan visualisasi dari objek tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ditemukan juga tali tambang sebesar dua jari. Penyelam berusaha mencongkel objek tersebut, namun usaha tersebut tidak berhasil sehingga tidak ada sampel yang didapatkan.
"Diputuskan ini bukan objek yang kita cari," kata komandan pasukan penyelam Mayor Marinir Profs Dhegratmen kepada CNN Indonesia di atas Kapal MGS Geo Survey, Senin siang (5/1).
Karena tidak menemukan apa-apa di area itu, akhirnya Badan SAR Nasional memutuskan tim Survey untuk bergeser sejauh 84 km ke arah barat laut dari tempat ditemukannya objek tersebut.
Namun di titik inipun tim tak menemukan objek yang dicari yakni bagian besar pesawat. Tampaknya (objek) sudah masuk sektor 4," kata Koordinator Tim Survey Muhammad Aga Ridha Aldila.
Hingga hari Selasa (6/1) ini, tim Survey yang sudah di lokasi sejak dini hari kemarin hingga malam ini masih belum menemukan satupun objek mencurigakan di bawah laut. (sur/sur)