"Kami perkirakan sampai di Teluk Kumai jam 22 malam," ujar Supriyadi di Pangkalan Udara Iskandar, Selasa petang (6/1).
Menurut Supriyadi, jenazah akan lebih dulu dibawa ke Rumah Sakit Sultan Imanuddin untuk dilakukan identifikasi awal. Setelahnya, jenazah akan dibawa ke RS. Bhayangkara, Surabaya. Info yang diperoleh, baru esok pagi jenazah diberangkatkan ke Lanud Juanda.
"Nantinya juga akan dipetikan dulu disini. Dengan penemuan ini, sudah ada 39 jenazah di temukan," katanya menerangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gelombang laut masih 1 sampai 3 meter dan menyulitkan pencarian. Tapi besok pencarian akan tetap dilakukan dari udara, laut dan penyelaman," katanya.
"Saya pahami bahwa mereka (prajurit) mengalami kesulitan, namun jangan kendor dan prajurit jangan lantas surut atas tantangan yang ada seperti cuaca yang buruk dan gelombang," ujarnya.
Hingga 6 Januari 2015, pihak Disaster Victim Identification (DVI) Polri yang dibantu 29 ahli DVI dari Korea Selatan, Singapura, Australia, Korea Selatan dan Malaysia telah berhasil mengidentifikasi tiga jenazah baru, yaitu kode peti jenazah B033 atas nama Indra Yulianto (51/L) asal Probolinggo, B033 atas nama Hindarto Halim (61/L) asal Surabaya dan B026 atas nama Jou Brian Youvito (19/L) asal Surabaya.
Pihak DVI Polri telah merampungkan identifikasi 16 jenazah, 13 diantaranya telah diserahkan kepada pihak keluarga dan menyisakan 21 jenazah yang belum teridentifikasi dari total 37 jenazah yang berhasil dievakuasi, hingga hari ke-10. (sip)