Evakuasi korban juga merupakan prioritas utama yang akan dilakukan tim SAR di bawah komando Badan SAR Nasional (Basarnas). "Instruksi jelas semua penumpang harus ditemukan," kata Jonan dalam konferensi pers di Markas Polda Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (10/1).
Meski ada dugaan black box ditemukan, Jonan menyatakan evakuasi penumpang tetap yang terpenting. "Pencarian black box telah dimulai. Takutnya 30 hari sinyalnya hilang. Tapi fokus tetap evakuasi penumpang, bukan black box, itu yang disampaikan Pak Presiden," ujar Jonan.
Pencarian kotak hitam pesawat, lanjut Jonan, selain berguna untuk mengetahui penyebab kecelakaan juga dianggap penting bagi keluarga penumpang. Hal itu karena keluarga penumpang berhak untuk mengetahui bagaimana pesawat AirAsia QZ 8501 itu bisa sampai hilang kontak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jonan juga menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo kepada keluarga penumpang agar terus berdoa dan tetap sabar.
Pada hari ke-14 pencarian pesawat AirAsia QZ8501, Sabtu (10/1), tim SAR telah menemukan total 48 jenazah, 27 di antaranya sudah diidentifikasi. Proses pencarian korban masih terus dilakukan. Presiden Joko Widodo sebelumnya menyatakan, proses evakuasi tak berbatas waktu.
Pesawat AirAsia rute Surabaya-Singapura itu diketahui hilang kontak pada 28 Desember 2014 sekitar pukul 06.17 WIB. Pesawat itu mengangkut 162 penumpang termasuk awak kabin dan pilot. (rdk/sip)