"Kendala sampai hari ini tidak ada. Kualitasnya (FDR dan CVR) bagus sehingga kemungkinan ada kesulitan itu kecil," ujar Kepala Subkomite Penyelidikan Kecelakaan Transportasi Udara, Masruri, di Kantor KNKT, Jakarta, Rabu (14/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin yang perlu diperhatikan adalah bagaimana tim investigasi melakukan analisis kedepannya. Sinkronisasi harus benar-benar tepat antara isi FDR dan CVR. Katakanlah jika pilot bicara sesuatu, korelasinya dgn FDR itu apa? Kira-kira begitu," jelas Masruri menambahkan.
"Insha Allah analisis bisa lebih cepat dilakukannya jika tidak ada kesulitan yang berarti di dalam proses. Mudah-mudahan semuanya berjalan baik, dan data dalam black box bisa diberikan kepada teman-teman sehingga hasilnya bisa di-publish sebagai draf laporan," ujar Masruri.
Dalam peraturan penerbangan internasional annex 13 yang dikeluarkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO), disebutkan batas maksimal penyelidikan kotak hitam adalah satu tahun sejak investigasi dimulai. Namun, tim investigasi musibah dari KNKT berusaha untuk menyelesaikan tugasnya lebih cepat dengan tetap menjaga akurasi penyelidikan.
"Kita ingin mencoba kalau bisa investigasi bisa lebih cepat dari batasan internasional yang berlaku. Semua anggota tim investigasi sudah sepakat akan hal itu," ujar salah satu anggota tim investigasi, Ertata Lananggalih. (meg/obs)