Tim ini juga dibantu oleh pakar dari Singapura dan Korea Selatan. Investigator KNKT Santoso Sayogo mengatakan, keterlibatan investigator asing pada proses analisis black box sebenarnya merupakan aturan International Civil Aviation Organization.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Santoso bercerita, setelah AirAsia QZ8501 dinyatakan hilang kontak dengan ATC di Indonesia, KNKT juga diwajibkan memberikan notifikasi kepada beberapa pihak seperti ICAO sebagai lembaga global yang menaungi penerbangan sipil dan Airbus selaku pabrikan yang memproduksi pesawat AirAsia.
Santoso menjelaskan, sebagian investigator Perancis tersebut bekerja di Airbus Indsutrie namun diperbantukan ke BEA. Sementara tenaga bantuan asal Singapura dan Korsel tidak seluruhnya bekerja di laboratorium KNKT.
Mayoritas anggota tim dari kedua negara itu, lanjut santoso, masih berada di posko pusat evakuasi AirAsia QZ8501 yang berada di Pangkalan Bun.
Pantuan CNN Indonesia, tim investigasi masih terus bekerja di laboratorium yang berada di lantai tiga kantor KNKT. Akses menuju ruangan ini sangat terbatas. Seorang petugas keamanan terlihat berjaga di depan pintu laboratorium.
Sesekali beberapa investigator terlihat keluar ruangan untuk merokok atau menuju toilet. Bagian rumah tangga KNKT, Selasa siang, tampak membawakan makanan bagi para investigator.
Santoso menargetkan pengunduhan data dari FDR selesai Selasa sore. Hingga saat ini, KNKT masih menanti kedatangan Cockpit Voice Recorder. Salah satu bagian kotak hitam itu telah berada di KRI Banda Aceh dan akan segera diterbangkan ke Jakarta. (rdk/obs)