Program Ahok

Ahok Butuh 2 Ribu Bus, Swedia Siap Pasok

Donatus Fernanda Putra, CNN Indonesia | Rabu, 14/01/2015 20:54 WIB
Ahok Butuh 2 Ribu Bus, Swedia Siap Pasok Bus Trans-Jakarta melakukan proses naik turun penumpang. (Detik.com/Agung Pambudhy)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pabrikan bus asal Swedia, Scania, dikabarkan siap memasok kebutuhan bus Transjakarta. Presiden Scania Swedia bersama PT United Tractor mengadakan pertemuan tertutup dengan Direktur PT Transjakarta dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota, Rabu (14/1) siang.

Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 2 jam. "Gubernur minta disediakan 2 ribu unit, kami adakan secara bertahap paling tidak tahun ini bisa memproduksi 3 ratus unit bus," kata Presiden Direktur United Tractor Djoko Pranoto. United Tractor adalah distributor bus Scania di Indonesia.

Bus buatan Scania diklaim memiliki daya tahan kuat. Bus Berbahan bakar gas ini telah digunakan di beberapa negara seperti Kolombia dan Swedia. Tahun lalu, Ahok -sapaan akrab Basuki- juga sempat menjajal bus buatan Scania ini.


Djoko mengaku siap bila diminta menyediakan 300 bus tahun ini. Setidaknya United Tractor dapat memproduksi 30 bus setiap bulannya. "Dua puluh bus sudah ada disini tinggal kami pasang body-nya saja," ujarnya.

Sementara itu Direktur PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih menyatakan, kebutuhan bus tahun ini sekitar 741 unit. Bus tersebut rencananya untuk dioperasikan di semua koridor busway. Tahun ini ia mentargetkan setidaknya ada tambahan bus sebanyak 369 unit.

Kosasih juga membenarkan bus Scania menjadi salah satu kandidat terkuat dalam pengadaan bus tahun ini. Bus produksi Scania dinilai cocok dengan kondisi kota Jakarta karena sesuai dengan standar internasional.

Kosasih mengatakan, proses pengadaan bus baru Transjakarta sudah dimulai. Jika memang armada bus sudah siap, ia memperkirakan paling cepat delapan bulan lagi bus tambahan bisa datang.

Dari informasi yang tertera di e-catalog LKPP, satu unit bus gandeng buatan Scania dibanderol Rp 4,6 miliar. Harga ini lebih tinggi dibandingkan dengan bus sejenis buatan dalam negeri seperti busway KOMODO (Rp 4,4 miliar) dan Inobus buatan PT INKA (Rp 4,2 miliar). (sur/obs)