Dia menceritakan, PDIP sempat mengira bahwa pelantikan Budi akan dilakukan di Istana Negara, malam itu. Trimedya menyebut, kalaupun Jokowi ingin menunda pelantikan, seharusnya dia berkomunikasi dengan Budi, kala di Istana. Dia menyebut, Jokowi bisa mengambil sebuah opsi lain jika tetap ingin mengumumkan pelantikan Budi Gunawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas keputusan Jokowi yang menunda pelantikan Budi, Trimedya pun memastikan partainya sangat kecewa dengan pengumuman malam itu. "Sebagai fraksi pengusung presiden tentu kami kecewa dengan sikap presiden. Kalau kecewa, semua sama-sama kecewa," katanya.
Saat ditanya apakah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mendorong Jokowi untuk tetap melantik Budi Gunawan, Trimedya menjawab Megawati menyerahkan keputusan seutuhnya kepada Presiden Jokowi.
"Bu Mega kaget mengenai (status) tersangka tersebut. Namun, mengembalikan semuanya ke Jokowi. Sepahit apapun keputusan yang Presiden Jokowi ambil. Kami sebagai partai pengusung harus menerima, meski kecewa," kata Ketua DPP Bidang Hukum PDIP ini. (meg/obs)