Pertemuan antara Komisi V DPR RI dengan beberapa instansi terkait sektor penerbangan dan perhubungan menghasilkan kesepakatan untuk pembentukan Panitia Kerja.
Panja tersebut dinamai Panja Keselamatan, Keamanan dan Kualitas Penerbangan Nasional dan berfungsi untuk mengevaluasi kinerja indutsri penerbangan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, semua fraksi setuju untuk pembentukan Panja Keselamatan, Keamanan dan Kualitas Penerbangan Nasional," ujar Fary sembari mengetuk palu sidang di ruang Rapat Komisi V DPR RI, Selasa.
Mengenai rencana DPR tersebut, Menteri Perhubungan Ignatius Jonan memberikan persetujuannya.
"Saya sebagai perwakilan pemerintah menyatakan setuju diadakannya Panja tersebut," ujar dia.
Meski demikian, Komisi V DPR masih belum menentukan batas waktu pembahasan evaluasi penerbangan.
"Masalah tenggat waktu akan dilakukan lain waktu dan secara internal," kata dia.
Selain pembentukan Panja, DPR juga menanyakan informasi terkini mengenai evakuasi penumpang AirAsia dan investigasi penyebab kecelakaan kepada Basarnas dan KNKT.
Kepala Basarnas Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo mengatakan hingga kini pihaknya telah menemukan 53 jenazah penumpang atau 34 persen dari total keseluruhan korban.
"Hingga kini sudah ada 53 orang yang berhasil ditemukan," ujar Kepala Basarnas FHB Soelistyo saat melakukan rapat dengan Komisi V DPR RI, Selasa (20/1).
Soelistyo juga menyampaikan dalam rapat tersebut kalau pencarian terhadap korban belum akan dihentikan Basarnas. Pasalnya, Presiden Joko Widodo mengamanatkan untuk mencari seluruh korban jiwa.
"Pak Presiden meminta untuk mencari semua korban dari pesawat tersebut," ujar Jenderal TNI AL bintang tiga tersebut.
Sementara itu, Tatang Kurniadi selaku Ketua KNKT mengatakan hingga kini tim investigasi AirAsia masih melakukan proses transkripsi data kotak hitam dan rekaman kokpit pilot. (utd/agk)