"Tidak akan pincang, sesuai pasal 21 Undang-undang KPK, keputusan (diambil) kolekif kolegial," ujar Azis ketika dihubungi CNN Indonesia, Minggu (25/1). Alhasil, seluruh kasus yang kini tengah diproses KPK dapat terus berjalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, perseteruan KPK dan Polri terus memanas. Jumat pagi (23/1), Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap Bareskrim Polri di Depok usai mengantar anaknya ke sekolah. Ia ditangkap dengan tuduhan menyuruh melakukan atau menyuruh seseorang memberikan keterangan palsu di depan sidang Mahkamah Konstitusi (MK).
Bukan hanya Bambang yang dilaporkan, kemarin (24/1) giliran Adnan Pandu Praja yang dilaporkan ke Bareskrim Polri. Wakil Ketua KPK yang juga mantan Komisioner Kompolnas ini dilaporkan atas dugaan pengambilalihan paksa saham milik PT Desy Timber.
Terkait dua laporan ini, Aziz menilai hal tersebut wajar dilakukan. "Melaporkan itu hak individu seseorang, sepanjang tidak ada bukti ya tidak akan diproses," katanya. Namun laporan akan terus berjalan selama alat buktinya dinilai lengkap.
Sebelumnya mantan komisioner KPK M Jasin mengatakan, penetapann tersangka Bambang jelas akan menggagu psikologis KPK. Komisoner KPK yang jadi tersangka harus diberhentikan sementara seperti yang diatur dalam Undang-undang KPK. Menurutnya, jumlah pimpinan secara ideal adalah lima orang.
Meski terganggu, ia mengakui penanganan kasus akan berjalan terus karena kolegialitas KPK bisa terus berjalan meski hanya ada dua orang komisioner. (sur/sur)