Dua saksi yang mangkir tanpa pemberitahuan adalah Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Inspektur Jenderal Andayono dan Ajun Inspekttur Satu Revindo Taufik Gunawan Siahaan.
Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Inspektorat Pengawasan Umum Brigadir Jenderal Purnawirawan Heru Purwanto berhalangan hadir lantaran sakit. Surat keterangan sakit diantarkan langsung oleh pengacaranya ke KPK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi, Priharsa Nugraha, penyidik bisa melakukan pemanggilan paksa jika saksi yang dibutuhkan dalam proses penyidikan mangkir tanpa keterangan setelah dipanggil dua kali.
Agenda pemeriksan kemarin merupakan kali kedua bagi Kapolda Kaltim Irjen Pol Andayono dan Brigjen Pol (Purn) Heru Purwanto. Sebelumnya, mereka telah dipanggil KPK pada Kamis (22/1).Namun meski demikan, keduanya memberikan sempat memberikan alasan ketidakhadirannya.
Dari sekian saksi yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan sejak Senin pekan lalu, hanya satu saksi yang memenuhi panggilan. Dengan kata lain, proses penyidikan kasus Budi Gunawan hingga saat ini sangatlah berjalan lambat.
Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Komisaris Jenderal Badrodin Haiti menyatakan telah memerintahkan bawahannya untuk mau memenuhi panggilan dan bersaksi di Komisi Pemberantasan Korupsi.
"Mabes Polri telah memerintahkan para saksi untuk hadir memenuhi panggilan KPK," kata Badrodin melalui pesan tertulis kepada media, Selasa (27/1).
Namun, pihak kepolisian mengatakan tidak adanya indikasi tindak pidana dalam rekening 'gendut' Budi Gunawan tersebut setelah melakukan penyelidikan internal atas laporan PPATK tersebut.
Lihat juga:Mabes Polri Bela Komjen Budi Gunawan |