Basarnas Nyatakan Operasi Pencarian Korban Tak Dihentikan

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Rabu, 28/01/2015 10:38 WIB
Basarnas Nyatakan Operasi Pencarian Korban Tak Dihentikan Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsdya TNI FHB Soelistyo menyampaikan perkembangan hari ke-13 musibah pesawat AirAsia QZ8501 di kantor Basarnas, Jakarta, Jumat, (8/1). Soelistyo mengatakan operasi pencarian tetap dilakukan hanya akan jeda selama dua hari. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan SAR Nasional F Henry Bambang Soelistyo mengatakan operasi pencarian korban penumpang AirAsia QZ8501 tidak dihentikan melainkan ditunda untuk tim melakukan pembekalan ulang.

"Operasi tidak dihentikan, operasi masih tetap dilakukan dengan waktu dua hari jeda untuk mengisi bahan bakar dan menyegarkan diri," kata Soelistyo saat jumpa pers di Gedung Basarnas, Kemayoran, Jakarta, Rabu (28/1).

Soelistyo menyampaikan penghentian sementara operasi pencarian ditujukan agar tim evakuasi bisa kembali ke daratan untuk melakukan isi ulang seperti bahan bakar atau makanan.


"Sudah satu bulan tim melakukan tugas di laut. Mereka perlu kembali sebentar ke daratan," ujar dia.

Lebih jauh lagi, Soelistyo meminta kepada semua pihak untuk tidak mengartikan penundaan pencarian tersebut sebagai pemberhentian operasi.

"Tim sudah kembali ke home base jangan diartikan dengan operasi berhenti," kata dia.

Lalu, proses pencarian dan evakuasi jenazah QZ8501 rencananya akan kembali dilakukan pada Sabtu 31 Januari ini. Titik pencarian, katanya, akan difokuskan pada 9 koordinat yang telah ditemukan oleh kapal Geo Survey dan RSS Swift.

Pesawat AirAsia QZ8501 hilang kontak pada Minggu (28/12) di atas wilayah perairan Selat Karimata, Kalimantan Tengah. Saat itu, pesawat sedang terbang dari Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya menuju Changi International Airport di Singapura.

Pesawat membawa 162 penumpang termasuk pilot, awak kabin dan teknisi. Hingga kini, baru 70 penumpang yang berhasil ditemukan oleh tim evakuasi AirAsia. (utd/utd)