Jonan mengatakan QZ8501 tiba-tiba naik dengan kecepatan makin tinggi, mulai dari 1.400 kaki per menit, 1.700 kaki per menit, 6.000 kaki per menit, hingga akhirnya 11.100 kaki per menit. Pesawat lalu berhenti pada ketinggian 36.700 kaki, jatuh dengan kecepatan tinggi hingga ketinggian 24.000, dan hilang dari radar Air Traffic Control Bandara Soekarno-Hatta. (Baca selengkapnya: Kronologi Jatuhnya AirAsia QZ8501 Menurut Ignasius Jonan)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politikus Gerindra itu menyatakan semua pihak, termasuk Komisi V, sepakat menunggu hasil investigasi KNKT. “Kami percayakan kepada KNKT sebagai lembaga independen untuk menyampaikan hasil investigasi. Setelah itu, baru kita semua dapat berkomentar,” ujar Fairy.
AirAsia QZ8501, kata Jonan, naik dengan kecepatan 1.400 hingga 11.100 kaki per menit hanya dalam waktu beberapa detik. "Bahkan pesawat tempur saja untuk mencapai kecepatan 6.000 kaki per menit sulit. Sementara pesawat komersial mencapai kecepatan 2.000 kaki per menit itu sudah maksimal,” ujar mantan Dirut PT KAI itu.
KNKT berencana untuk menyampaikan laporan awal investigasi QZ8501 pekan depan, Rabu (28/1), namun tidak untuk dipublikasikan. Laporan baru akan dirilis untuk umum dan dipampang langsung di situs mereka apabila seluruh penyelidikan telah rampung. (agk)