Iklan tersebut memancing kemarahan publik Indonesia karena melecehkan tenaga kerja Indonesia di Negeri Jiran. “Iklan tersebut tak hanya merendahkan martabat bangsa Indonesia, melainkan seluruh manusia. Seharusnya bukan cuma Indonesia yang marah, tapi umat manusia,” kata Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah kepada CNN Indonesia, Rabu (4/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Iklan-iklan seperti itu rasis dan harus segera ditarik. Berikan sanksi hukum pada perusahaan yang membuat,” ujar Anis.
Ke depannya, menurut Herman, Indonesia ingin mengirim tenaga kerja profesional ke Malaysia untuk misalnya ditempatkan di sektor manufaktur dan pertanian.
Selain TKI, Jokowi dan Najib Razak juga akan mendiskusikan soal perbatasan Indonesia-Malaysia. Kedua kepala pemerintahan akan membahas kebijakan bilateral dua negara selama lima tahun mendatang, baik dari aspek politik, ekonomi, maupun budaya.
Kunjungan Jokowi ke Malaysia ialah untuk melanjutkan kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhyono dalam membina hubungan baik Indonesia dengan negara-negara tetangga sekawasan. Pemerintah Jokowi menegaskan hubungan persahabatan dengan Malaysia nakal dipertahankan.
Usai berkunjung ke Malaysia, Jokowi akan meneruskan lawatannya ke Brunei Darussalam dan Filipina. Kunjungan ke Malaysia, Brunei, dan Filipina itu berlangsung selama tiga hari. Pekan depan Jokowi dijadwalkan tiba di tanah air, dan akan memberikan pengumuman penting seputar jadi atau tidaknya Budi Gunawan dilantik menjadi Kapolri. (agk)