"Belum pernah kewibawaan presiden jatuh serendah ini. Lambannya presiden mengambil keputusan membuat Polri menjadi bulan-bulanan masyarakat," ujarnya mewakili Koalisi Masyarakat Sipil
Usman berkata, Jokowi seharusnya dapat menghindari pertentangan antara kepolisian dan komisi antirasuah. Namun, alih-alih menunjukkan keberpihakannya kepada gerakan antikorupsi, dia menilai Jokowi malah membiarkan peristiwa-peristiwa janggal terjadi di tubuh kepolisian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan Surat Perintah Kapolri Nomor 124/I/2015 tertanggal 19 Januari 2015, Suhardi harus menanggalkan jabatannya sebagai orang nomor satu di Bareskrim Polri. Ia kemudian diserahi jabatan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional.
Usman khawatir, jika Jokowi tidak mengambil sikap dalam waktu dekat, kewibawaan lembaga negara lain seperti KPK, DPR dan PPATK juga akan merosot. (meg/gen)