KPK Minta Hasto Besok Datang Serahkan Bukti-bukti
Donatus Fernanda Putra | CNN Indonesia
Minggu, 08 Feb 2015 21:09 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengirimkan surat undangan kepada Plt Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, untuk datang ke kantor KPK pada Senin (9/2) esok. Undangan ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada Hasto guna menjelaskan duduk perkara mengenai persoalan pertemuan Ketua KPK Abraham Samad dengan petinggi partai politik.
Menurut Bambang, langkah ini ditempuh sebagai bentuk tindak lanjut atas pengawasan yang dilakukan oleh internal KPK. Dirinya pun berharap, Hasto dapat memenuhi undangan ini dan menyampaikan bukti-bukti yang ia miliki.
"Jadi kalau memang ada buktinya dan tidak ada rekayasa silakan datang dan KPK akan membangun sistem jika memang ada masalah," ujarnya.
Seperti diketahui, Samad dituduh telah melakukan enam pertemuan dengan sejumlah elite PDIP dalam kaitannya dengan pencalonan wakil presiden 2014. Hasto juga menuding Samad telah berupaya melakukan lobi dengan cara membantu peringanan hukum dalam kasus korupsi yang menimpa kader PDIP, Emir Moeis.
Meski membantah tudingan tersebut, Samad tak menampik dirinya pernah bertemu dengan sejumlah elite politik. Menurut Samad, sebagai pimpinan KPK dirinya tidak bisa menghindari pertemuan dengan elit parpol baik secara formal maupun informal.
Adapun Hasto saat dihubungi untuk ditanyakan ihwal permintaan KPK tersebut telepon selulernya tidak dapat dihubungi. (obs)
Menurut Bambang, langkah ini ditempuh sebagai bentuk tindak lanjut atas pengawasan yang dilakukan oleh internal KPK. Dirinya pun berharap, Hasto dapat memenuhi undangan ini dan menyampaikan bukti-bukti yang ia miliki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Samad dituduh telah melakukan enam pertemuan dengan sejumlah elite PDIP dalam kaitannya dengan pencalonan wakil presiden 2014. Hasto juga menuding Samad telah berupaya melakukan lobi dengan cara membantu peringanan hukum dalam kasus korupsi yang menimpa kader PDIP, Emir Moeis.
Adapun Hasto saat dihubungi untuk ditanyakan ihwal permintaan KPK tersebut telepon selulernya tidak dapat dihubungi. (obs)