Menurut Bambang, selain surat untuk Badrodin, ia juga membawa surat untuk Direktur Tindak Pindana Khusus, Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Kamil Razak. Apa isi surat tersebut, Bambang tak mau mengatakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat untuk Badrodin akan diantar langsung Bambang kepada Badrodin dengan didampingi kuasa hukumnya. Sementara surat untuk Kamil Razak akan diserahkan oleh kuasa hukum Bambang yang lain.
Sejauh ini Bambang sudah dua kali diperiksa penyidik Polri yaitu pada 3 Februari dan saat penangkapan pada 23 Januari 2015. Pemeriksaan hari ini akan menjadi pemeriksaan ketiga bagi Bambang untuk melayani pertanyaan penyidik Bareskrim Polri.
Bambang dituduh mengarahkan saksi untuk memberikan keterangan palsu dalam sidang sengketa hasil Pilkada Kotawaringin Barat di MK tahun 2010 kala masih menjadi advokat.
Ia ditangkap penyidik pada 23 Januari lalu di Depok, Jawa Barat. Sempat menjalani pemeriksaan sejak pagi hingga dini hari, Bambang akhirnya dilepaskan setelah ada banyak desakan untuk melepaskannya. Namun meski dilepaskan, Bambang tetap dijadikan tersangka atas tudukan pemberian kesaksian palsu tersebut.
Karena status tersangka ini, Presiden Joko Widodo memberhentikannya untuk sementara sebagai komisioner KPK. Sebagai gantinya, Presiden menunjuk Johan Budi sebagai pelaksana tugas komisioner KPK. (sur/obs)