Sementara itu, jumlah tim yang diturunkan untuk membantu evakuasi warga ke titik pengungsian sebanyak 11 unit.
"Sekitar sebelas tim telah kami turunkan. Mereka bergerak ke wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Total jumlah personel yang terlibat ada 66 orang," kata Humas Kantor SAR Jakarta, Ramli Prasetyo, ketika dihubungi CNN Indonesia, Selasa (10/2) siang ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami prioritaskan penyelamatan pasien rumah sakit, balita, dan lansia. Untuk yang masih sehat kami belum prioritaskan karena banjir rata-rata (ketinggiannya) masih 50 sentimeter hingga 1 meter. Semalam, kami juga telah menyelamatkan beberapa pasien Rumah Sakit Sulianti Saroso dan warga Kompleks DKI di Sunter," ujar Ramli melanjutkan.
Potensi banjir masih terus meningkat sesuai dengan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di mana hujan berintensitas sedang akan mengguyur kota DKI Jakarta hingga dua hari ke depan.
Untuk hari ini hingga esok, BMKG memprediksi Jabodetabek berada pada level curah hujan sedang, tidak lebih dari 50 mm/hari. Namun, kewaspadaan perlu ditingkatkan pada 12 hingga 14 Februari 2015, tanggal di mana BMKG memprediksi hujan paling besar akan terjadi.
Menurut Kukuh, hujan hari ini masih berada di level normal seperti yang biasa terjadi di musim hujan, jauh dibanding saat banjir besar lima tahunan di Jakarta pada 2007 dan 2012 di mana curah hujan mencapai 200 mm/hari meskipun hal itu bukan faktor utama penyebab banjir.
"Kami lihat arah awan sangat tebal di tanggal 12, 13, 14 Februari. Hari ini sampai dua hari ke depan curah hujan tak akan lebih dari 50 mm, tapi setelah itu diharapkan tidak lebih 100 mm. Ini hanya prediksi, mudah-mudahan tidak terjadi hujan lebat," ujar Kukuh. (utd/obs)