Ahok: PLN Sepakat Pisahkan Jalur Pompa Air dengan Listrik
Donatus Fernanda Putra | CNN Indonesia
Kamis, 12 Feb 2015 19:05 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) sepakat membentuk posko bersama mengantisipasi banjir Jakarta. Kesepakatan dicapai setelah jajaran direksi PLN hari ini, Kamis (12/2), mengadakan pertemuan tertutup dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Menurut Ahok, PLN sudah sepakat untuk membuat jalur khusus yang memisahkan antara pompa air dengan listrik warga. Posko pompa air ini akan dijaga selama 24 jam penuh dalam tiga shift.
PLN diwakili General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang, Haryanto WS.
"Kami memutuskan membuat posko bersama, karena kenyataannya banyak sekali rumah pompa yang sebetulnya PLN enggak punya data," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (11/2).
Oleh karena itu, di waktu mendatang dia berharap tidak ada alasan lagi listrik di pompa-pompa air harus mati seperti kejadian di Waduk Pluit pada Senin lalu (9/2).
Menurut Haryanto, posko ini akan menjadi jembatan komunikasi antara Pemprov DKI dengan PLN. Posko ini dibentuk di setiap gardu pompa air di Jakarta. Nantinya akan ada petugas dari Pemprov DKI dan PLN yang memantau.
"Posko itu akan mengurangi kesalahan komunikasi antara Pemprov dengan PLN. Fungsi posko untuk menampung informasi, melakukan koordinasi, pengecekan bersama, ada orang PLN ada orang Pemda," kata Haryanto.
Lebih lanjut, Haryanto menjelaskan posko ini akan segera dibentuk dalam waktu dekat. Saat ini pihaknya masih tengah berkoordinasi dengan Pemprov DKI untuk menentukan gardu pompa air di wilayah mana saja yang akan diprioritaskan. (rdk)
Menurut Ahok, PLN sudah sepakat untuk membuat jalur khusus yang memisahkan antara pompa air dengan listrik warga. Posko pompa air ini akan dijaga selama 24 jam penuh dalam tiga shift.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, di waktu mendatang dia berharap tidak ada alasan lagi listrik di pompa-pompa air harus mati seperti kejadian di Waduk Pluit pada Senin lalu (9/2).
"Posko itu akan mengurangi kesalahan komunikasi antara Pemprov dengan PLN. Fungsi posko untuk menampung informasi, melakukan koordinasi, pengecekan bersama, ada orang PLN ada orang Pemda," kata Haryanto.
Lebih lanjut, Haryanto menjelaskan posko ini akan segera dibentuk dalam waktu dekat. Saat ini pihaknya masih tengah berkoordinasi dengan Pemprov DKI untuk menentukan gardu pompa air di wilayah mana saja yang akan diprioritaskan. (rdk)