Drainase Sudah Tua, Jakarta Ibarat Manusia Stroke

Donatus Fernanda Putra, CNN Indonesia | Jumat, 13/02/2015 14:47 WIB
Drainase Sudah Tua, Jakarta Ibarat Manusia Stroke Warga menggunakan jasa perahu karet untuk melintasi banjir di kawasan Mangga Dua, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pakar lingkungan dari Universitas Indonesia Firdaus Ali mengatakan salah satau penyebab utama banjir di DKI Jakarta adalah saluran air (drainase) yang sudah tua. Ibarat pembulah darah manusia yang sudah tua, drainase yang ada di Jakarta banyak yang tersumbat.

Akibatnya, Jakarta saat ini seperti tubuh yang menderita stroke. "Ibarat pembuluh darah manusia yang sudah tua, wajar kalau tersumbat. Kalau tersumbat bisa bikin stroke. Nah Jakarta ini seperti sedang stroke," kata Firdaus di Balai Kota Jakarta, Jumat (13/2).

Menurutnya, 60 persen drainase di Jakarta berusia sekitar 50 tahun. Butuh biaya yang tidak sedikit untuk memperbaiki atau menormalisasinya. Karena itu upaya paling realistis yang bisa ditempuh Pemprov DKI Jakarta adalah menambah jumlah pompa air.


"Harus dipastikan pompa bisa bekerja, jangan sperti di Pluit, pompa sudah ada tapi tidak di-back up (aliran listrik)," kata Firdaus. Matinya pompa di Waduk Pluit karena listrik yang padam dituding Gubernur Jakarta jadi penyebab banjir pada Senin (9/2) lalu.

Firdaus menilai, upaya normalisasi drainase yang selama ini dilakukan sudah menunjukan hasil positif. Meski banjir masih datang, namun air cepat surut karena saluran air yang sudah diperbaiki. Luas genangan pada banjir awal pekan ini juga sudah berkurang.

"Kalau tidak ada normalisasi situasinya lebih buruk dari sekarang," kata Firdaus.

Banjir kembali menerjang DKI Jakarta pada Senin lalu. Penyebabnya adalah curah hujan tinggi yang turun sejak dini hari. Air bahkan menggenangi jalan depan istana dan kantor Gubernur DKI Jakarta. Beberapa ruas jalan terputus karena tingginya genangan air.

Banjir diperkirakan masih akan datang seiring dengan masih akan turunnya hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Selain itu, Bogor sebagai kawasan hulu Sungai Ciliwung juga baru akan hujan dalam beberapa ke depan. Hujan lebat di kawasan Bogor bisa berakibat meluapnya Sungai Ciliwung yang membelah ibukota. (sur/agk)