Lewat pernyataan Moon tersebut, Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, mempertanyakan sikap empati yang ditunjukkan oleh PBB kepada para terpidana mati. Menurutnya PBB harus sadar jika perbuatannya kali ini terlihat seperti dikendalikan oleh negara lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PBB tidak bersuara saat Rumiyati harus menjalani eksekusi mati di Arab Saudi. Apakah karena Rumiyati berasal dari Indonesia?" kata Hikmahanto.
Seperti diketahui Australia sangat menentang dilakukannya eksekusi mati oleh Indonesia lantaran dua warga negaranya, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, termasuk dalam daftar yang akan dieksekusi mati.
Karenanya, Hikmahanto berharap Ban Ki Moon ataupun PBB untuk segera sadar jika tindakannya tersebut merupakan hasutan dari Australia. Dia pun meminta agar pemrerintah segera melakukan tindakan atas pernyataan PBB tersebut.
"Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Luar Negeri wajib segera memprotes pernyataan Ban Ki Moon dan memastikan PBB tidak melakukan intervensi terhadap kedaulatan Indonesia. PBB bukanlah pemerintahan dunia," kata Hikmahanto. (meg)