Supriansa merupakan pemilik unit apartemen The Capitol Residence di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan, yang menjadi lokasi pertemuan Samad dengan sejumlah elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, antara lain Hasto yang sebelum Pemilu Presiden 2014 menjabat Wasekjen PDIP, Tjahjo Kumolo yang saat itu menjabat Sekjen PDIP, dan Maruarar Sirait selaku Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP. (Baca: Pertemuan Samad dan Petinggi PDIP Versi Tjahjo Kumolo)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Samad disebut melakukan lobi politik agar bisa menjadi calon wakil presiden. Sebagai kompensasi, ia dituding menawarkan bantuan keringanan hukum untuk Emir Moeis, petinggi PDIP yang kasusnya sedang ditangani KPK.
Supriansa membenarkan Samad meminjam unit apartemen miliknya sebagai teman. Namun Supriansa mengaku tak tahu banyak soal isi pertemuan antara Samad dengan beberapa petinggi PDIP itu. Menurut Supriansa, dia memilih untuk menunggu di ruangan lain di lantai yang sama, 5B, ketika pertemuan berlangsung.
“Ruangan itu kedap suara. Jadi saya sama sekali tidak tahu isi percakapan mereka,” kata Supriansa yang sebelum ini pernah diundang Komisi III Bidang Hukum ke DPR, juga untuk memberi keterangan soal dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Samad.
Dalam wawancara dengan CNN Indonesia, Selasa (17/2), Supriansa mengaku kaget karena Samad ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sulawesi Selatan dan Barat atas kasus pemalsuan dokumen KTP dan Kartu Keluarga atas nama Feriyani Lim.
Menurut Supriansa, sejak ia mengenal Samad di Makassar, sebelum Samad menjadi Ketua KPK, Samad ia pandang sebagai orang yang baik, lurus, bersih, dan tak neko-neko. Oleh sebab itu ia mengatakan bingung kenapa perkara Samad kini jadi semrawut. (Baca Supriansa: Setahu Saya, Samad Sejak Dulu Orang Baik) (agk)