Kasus BW, Akil Dapat Sepuluh Pertanyaan dari Penyidik

Abraham Utama, CNN Indonesia | Senin, 23/02/2015 23:30 WIB
Kasus BW, Akil Dapat Sepuluh Pertanyaan dari Penyidik Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar membantah dugaan dirinya mengenal bekas Wali Kota Palembang Romi Herton, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (15/1). (CNN Indonesia/ Aghnia Adzkia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar menjalani pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Senin (23/2) sore. Datang lewat pintu belakang, Akil menghindari kerumunan wartawan yang menantinya di depan pintu kantor Bareskrim. Kabar yang beredar, Akil tiba sekitar pukul 17.00 WIB.

Seusai diperiksa sebagai saksi dalam kasus pidana yang menjerat Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Bambang Widjojanto, Akil mengaku diberikan sepuluh pertanyaan oleh penyidik.

"Banyak sekitar 10 pertanyaan. Sama seperti dulu," ujarnya. Sebelumnya, pada 4 Februari lalu, Akil memang diperiksa untuk kasus serupa.


iMantan politisi Partai Golongan Karya ini kembali menuturkan ia pernah berada satu mobil dengan Bambang ketika menangani sengketa pemilihan kepala daerah Kabupaten Kotawaringin Barat. Saat sengketa yang berlangsung tahun 2010 itu terjadi, Bambang belum menjabat pimpinan KPK dan bertindak sebagai kuasa hukum Ujang Iskandar.

"Kami bicara perkara, dia minta dibantu. Tawaran ada, tapi uang tidak ada. Tidak ada penyebutan nominal," kata Akil yang meninggalkan kantor Bareskrim sekitar pukul 20.40 WIB.

Setelah menjalani pemeriksaan tersebut, Akil kembali menuju Lapas Cipinang menumpang sebuah mobil Kijang Innova.

Bambang sendiri saat ini telah berstatus tersangka. Ia disangkakan membujuk atau menganjurkan seseorang memberikan keterangan palsu di dalam persidangan sengketa pemilihan kepala daerah Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi tahun 2010 lalu.  (utd/utd)