Tak hanya di lautan, Senin (2/3), ketika memeriksa bangkai badan pesawat maskapai asal Malaysia itu untuk terakhir kalinya di Dermaga KD 006, Tanjung Priok, Jakarta, mereka pun mendapati benda-benda personal bahkan sebuah benda yang disinyalir tulang manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, mereka mendapatkan dua ponsel di sela-sela jendela kabin yang tak lagi utuh. Salah satu ponsel itu bermerek Iphone dan berwarna putih. Kondisinya mati. Selain baterai yang kemungkinan besar telah terkuras, ponsel itu juga sudah lebih dari dua bulan berada di dasar laut.
Saat berbicara kepada wartawan dalam sesi jumpa pers, Kepala Basarnas Marsekal Madya Faustinus Henry Bambang Soelistyo berkata tim SAR gabungan juga menemukan sejumlah uang di dalam kabin. Jumlahnya berkisar antara 300 hingga 8000 dollar singapura.
Terkait uang itu, Soelistyo menjamin anggotanya tidak mengutil sedikitpun. "Saya memastikan tim SAR gabungan tidak mengambil barang milik korban. Kami mempunyai kode etik. Itu pantangan berat bagi rescuer," katanya.
Perwira tinggi TNI Angkatan Udara ini berkata, uang tersebut akan segera diserahkan kepada AirAsia. Maskapai milik Tony Fernandezlah yang nantinya bertanggung jawab mengembalikan temuan-temuan itu kepada keluarga korban.
Sementara itu Ketua Tim Penyelaman Laut Dalam Basarnas Untung menuturkan, timnya juga menemukan dokumen yang berisi kontrak kerja. Ia menduga salah satu korban kecelakaan naas itu berangkat ke Singapura untuk bekerja.
Kini seluruh benda yang diduga merupakan harta milik korban telah dikumpulkan Basarnas. Tiga di antaranya telah dimasukan ke delam tiga kardus yang diplester hitam. Masing-masing kardus bertuliskan identitas korban: Herumanto Tanus, Yuni Indah dan Inda Diani Abraham. (sur)