Merayakan hari ulang tahun Basarnas ke-43, JK meminta Basarnas belajar untuk terus waspada sehingga bisa konsisten memberi bantuan kemanusiaan.
"Di samping negara kita luas, negara ini adalah ring of fire, darat, laut, udara. Memang banyak potensi dari negara ini, tapi kita harus siaga terus dan belajar dari pengalaman," kata JK di Jakarta, Selasa (24/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK juga menekankan pelajaran penting dari peristiwa pencarian massal korban gempa di Padang tahun 2009. "Mencari reruntuhan orang kita gunakan tenaga pencarian melalui penciuman anjing yang berasal dari Australia dan Dubai. Kelewatan bangsa ini mencari orang menggunakan anjing," kata JK.
JK memuji kerja sama dan koordinasi yang baik antara Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Angkatan Darat, Kepolisian Republik Indonesia, sERTA masyarakat yang membuat operasi pencarian AirAsia dîlakukan dengan baik.
"Dalam kecelakaan ada golden hours selama enam jam. Karena itu semua standar operasional harus tepat," kata JK.
Di akhir pidato dalam perayaan hari ulang tahun Basarnas tersebut, JK meminta lembaga yang dipimpin Marsekal Madya FHB Soelistyo itu melanjutkan kerja keras. Tak hanya itu, seluruh tim Basarnas harus terus memastikan diri untuk berani mengambil risiko dalam operasional pencarian dan penyelamatan bencana.
"Orang penakut jangan masuk Basarnas," ujar JK.
Apresiasi terhadap Basarnas datang dari kalangan internasional. Indonesia dianggap salah satu negara yang sangat baik dan memiliki tim SAR paling canggih di antara negara-negara di Asia. Pujian disampaikan karena pengalaman Tim SAR Indonesia dengan pencarian pesawat beberapa waktu terakhir.
Kehebatan tim SAR Indonesia yang terbiasa dengan medan geografis yang cukup rumit juga mendapat sorotan dunia. (rdk)