Selain dihadiri oleh menteri Kabinet Kerja, sidang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman, Jaksa Agung M Prasetyo, Wakil Kepala Kepolisian RI Komjen Badrodin Haiti dan Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrachman Mohammad Fachir.
Ketujuh agenda tersebut di antaranya, penyerapan anggaran, penggantian pejabat eselon I, inflasi, persiapan e-budgeting, penerapan e-RI (Registration Identification), pelabuhan dan strategi setiap kementerian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi mengambil contoh beras yang belakangan harganya mengalami kenaikan yang tidak sedikit. "Sebetulnya Desember sudah kelihatan dan antisipasi. Januari juga bisa dilakukan tindakan-tindakan. Tetapi, yang pertama, masalah sedikit keterlambatan ditanam atau panennya terlambat," kata dia.
Hal itu, ujar dia, memengaruhi harga beras yang menjadi kurang terkendali. "Tetapi kami yakin, dengan operasi raskin kemarin, saya harapkan maksimal dua minggu, saya yakin (harga beras) akan turun. Ini pembelajaran kami kalau ada sembako yang naik sedikit, tolong dikejar," ujar dia. (utd)