Kepala BPKP Bonny Anang mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan proses pengumpulan data, dokumen serta permintaan keterangan saksi terkait untuk menyelidiki dugaan korupsi di sektor pengadaan barang dan jasa pendidikan, yakni Uninterruptible Power System (UPS).
"Untuk UPS, kami masih proses pengumpulan data, dokumen dan permintaan keterangan pihak terkait," katanya saat dihubungi CNN Indonesia, Rabu (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk sekolah, Bonny mengatakan pihaknya memfokuskan penyelidikan di 49 Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.
Lebih jauh lagi, dia menjelaskan penyelidikan itu akan juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya). Namun, mengenai batas waktunya, dia belum bisa memastikan. "Itu dulu, ya. Kalau soal hasil dan kapan selesai, kami akan segera kabari."
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Martinus Sitompul mengatakan proses penyelidikan dugaan dana siluman draf APBD 2015 sudah dimulai.
Martinus mengatakan, sejumlah dokumen dan data awal tentu sudah diterima penyelidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya sejak proses penyelidikan dimulai. Namun dia enggan menjelaskan lebih lanjut dokumen dimaksud.
"Masih proses penyelidikan. Tidak bisa dibuka," ujar Martinus.
Tak hanya di Jakarta Barat, pengadaan UPS juga dilelang untuk 24 sekolah di Jakarta Pusat dengan dana mencapai Rp 139,97 miliar. (utd)